<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ketika Mata, Otak, dan Jari Berkolaborasi</title>
	<atom:link href="http://mykisah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mykisah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2009 05:56:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mykisah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ketika Mata, Otak, dan Jari Berkolaborasi</title>
		<link>http://mykisah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mykisah.wordpress.com/osd.xml" title="Ketika Mata, Otak, dan Jari Berkolaborasi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mykisah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mudik, Macet dan Marah</title>
		<link>http://mykisah.wordpress.com/2009/09/16/mudik-macet-dan-marah/</link>
		<comments>http://mykisah.wordpress.com/2009/09/16/mudik-macet-dan-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 05:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binggocorp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[Macet]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykisah.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Lamat-lamat lagu lebaran mulai bergumam di hati masing-masing umat muslim. Lebaran sebentar lagi, lebaran sebentar lagi. Seperti ada sebuah perasaan yang berbeda pastinya. Itupun kalau yang ngerayain ikutan puasa loh. Kalau yang ga puasa biasanya, adem ayem aja. Perasaaan berbeda yang muncul tentunya beraneka macam. Karena bahagia bisa berkumpul mungkin atau karena selesai berjuang melawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=26&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://satriadharma.files.wordpress.com/2007/10/macet.gif?w=257&#038;h=222" alt="" width="257" height="222" /></p>
<p>Lamat-lamat lagu lebaran mulai bergumam di hati masing-masing umat muslim. Lebaran sebentar lagi, lebaran sebentar lagi. Seperti ada sebuah perasaan yang berbeda pastinya. Itupun kalau yang ngerayain ikutan puasa loh. Kalau yang ga puasa biasanya, adem ayem aja. Perasaaan berbeda yang muncul tentunya beraneka macam. Karena bahagia bisa berkumpul mungkin atau karena selesai berjuang melawan yang membatalkan puasa alias hawa nafsu.</p>
<p>Dan sebagian lagi kebahagiaan yang muncul bagi para mudikers adalah perjalanan yang penuh kebahagiaan. Nah, yang ini nih perlu dibahas sedikit. Perjalanan yang sebentar bisa jadi lama dan merusak puasa tuh kalau tidak hati-hati. Seperti yang sudah-sudah dan yang pasti akan terus terjadi. Yaitu kemacetan, memang untuk daerah-daerah tertentu hal tersebut tidak terjadi , namun untuk daerah keluar jakarta misalnya, jangan harap kelenggangan bisa terjadi. Dimana bertemunya, para pengemudi bus, mudikers dengan kendaraan pribadi apalagi motor-motor yang pas mudik lupa aturan berkendara. Wuih, sudah pasti crowded a.k.a muacet. Tapi mudah-mudahan bagi anda yang dikaruniai kesabaran sedikit mendominasi, tidak perlu khawatir. Tapi bagi kita-kita yang nama tengahnya adalah &#8220;pemarah&#8221;, musti lebih pintar memanage hati pokoknya.</p>
<p>Mudik yang awalnya indah bisa menjadi malapetaka kalau kita menyepelekan hal ini. Bayangkan dalam keadaan lemas, laper dan haus, kemudian menggunakan kendaraan tanpa pendingin, macet di siang bolong, dan sesama pemudik ada yang  mulai menghardik dengan jurus-jurus yang menggoda kadar emosi yang berlatar lapar dahaga. Nah awal yang sepele bukan, berawal dari umpatan kecil, kemudian berlanjut dengan tensi yang lebih tinggi. Ujung-ujungnya para penghuni kebun binatang kebagian disebutkan satu persatu. Alhasil pengguna jalan yang merasa tersindir oleh ucapan itu, yang dalam keadaan lelah pula, menerima dengan melotot. Gayung bersambut, turunlah si pengendara motor dan menghampiri sang pelontar kata. Anda sudah tahu kan kelanjutannya?</p>
<p>Sudah pasti berakhir runyam ujung-ujungnya, masih mending apabila hanya salah paham dan minta maaf, kalau tidak otot bisa ikut-ikutan nimbrung. dan lets Get it On!</p>
<p>Untuk itu para saudara ku sekisah dan secerita, untuk mudik ini yuk mari kita lebih banyak bersabar lagi, sulit memang, tapi jika sudah ada dasar yang baik, mudah-mudahan akan selalu dibimbing lisan dan hati ini. Buat para mudikers sekalian, selamat mudik ya semoga selamat sampai ke tujuan dan bisa kembali lagi tahun-tahun berikutnya.</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: Kemacetan, Macet, Mudik Lebaran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykisah.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykisah.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=26&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykisah.wordpress.com/2009/09/16/mudik-macet-dan-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc06813653b968166bd7a12cb5a71a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">binggocorp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satriadharma.files.wordpress.com/2007/10/macet.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Majulah Budayaku</title>
		<link>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/majulah-budayaku/</link>
		<comments>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/majulah-budayaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binggocorp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi Tarian Pendet]]></category>
		<category><![CDATA[Melupakan Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykisah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Ketika bangsa kami terbangun dari tidurnya setelah sekian dekade. Saat bangun dimana semua sudah berbeda, banayak hal yang baru dan mengherankan. Saat sekian lama tertidur suri, dibangunkan oleh kejadian dimana telah terjadi pencurian secara tidak terpuji harta warisan budaya yang tak ternilai harganya oleh bangsa lain. Saat ini serentak orang berteriak dan memicingkan mata. Dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=7&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://ikhsanamq.files.wordpress.com/2009/04/tari-pendet.jpg?w=240&#038;h=182" alt="" width="240" height="182" /></p>
<p>Ketika bangsa kami terbangun dari tidurnya setelah sekian dekade. Saat bangun dimana semua sudah berbeda, banayak hal yang baru dan mengherankan. Saat sekian lama tertidur suri, dibangunkan oleh kejadian dimana telah terjadi pencurian secara tidak terpuji harta warisan budaya yang tak ternilai harganya oleh bangsa lain. Saat ini serentak orang berteriak dan memicingkan mata. Dari seorang petani hingga kepala Negara! Diakui semua lapisan warga mengecam keras perbuatan yang katanya tak bertanggung jawab itu, namun untuk dibalik kisah budaya ini yuk mari sedikit kita lihat.</p>
<p>Satu sisi yang positif adalah terlihat nuansa yang mengaharukan dan kami rindukan bersama, yaitu terlihat sekali persatuan yang kokoh, semua satu suara melantangkan ketidaksetujuan atas ketidakbenaran dari kebijakan Negara lain yang seolah-olah telah mengacak-ngacak kebudayaan. Namun yang terlihat sangat miris adalah protes kita yang bersemangat itu hanyalah sebuah teriakan yang samar.  Ibarat sorang pencuri yang ketahuan mencuri sepeda lalu bersama-sama menghajar dan menghakimi. Setelah mengaku dan meminta maaf, barang yang diambil ditahan dikantor polisi. Lalu orang-orang kembali kepada kesibukannya masing-masing, sambil menceritakan kebanggaan bahwa dia telah berhasil mendaratkan 5 pukulan telak ke dada pencuri dan bonus tendangan 3 kali. Dan kemudian sepeda yang tercuri harus mangkrak manis dikantor polisi hingga berkarat, dan setelah sekian lama dijual sebagai besi bekas, atau nasib yang lebih baik lagi dipakai polisinya.</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p>Seperti itulah kenyataannya, dimana persatuan yang tadi dikumandangkan? Setelah ada pengakuan maaf dari si pencuri budaya tadi, kita kembali tenang. Tidak ada yang peduli dengan yang dicuri tadi, yaitu akar budaya kita. Lihatlah sekarang, dari anak-anak kecil hingga dewasa lebih hafal lagu yang dinyanyikan Band seperti Ungu dan sebagainya, jangan-jangaan tari Pendet tidak tahu lagi dari daerah mana. Lalu kemudian malam harinya di kehidupan metropolis, penduduk kaum hedonis sibuk mengangguk-anggukkan kepala dan menikmati putaran musik Dj yang menghentak kesunyian malam.</p>
<p>Sedih memang melihat ironi ini, kenapa kekayaan yang luar biasa ini, yang oleh Negara lain telah menjadi industri, tidak menghasilkan sesuatu  yang maksimal buat bangsa kita. Padahal kita mampu. Orang tua lebih senang apabila anak-anaknya ikut les nyanyi atau les alat musik (Band) dari pada les menari. Malah profesi saat ini dianggap tak ada apa-apanya. Memang tidak ada aturan untuk itu, masalahnya sekarang kenapa kita hanya bisa teriak? Kalau boleh berkomentar jelek, “biar saja dipinjam budaya itu oleh Negara lain sebagai promosi buat kita sendiri secara tidak langsung. Toh Negara-negara Barat yang sangat menghobikan sesuatu yang bersifat etnik dan tradisonil, sudah tahu itu tarian asli mana, karena di dunia maya sudah banyak ulasan tentang itu. Bahwa mereka (turis) sudah mengerti hal  tersebut, bahwa tarian itu adalah milik bangsa Indonesia.</p>
<p>So, jika kita tidak ingin adat kita dipinjam orang untuk dihargai, kenapa tidak kita saja yang menghargai.</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: Kontroversi Tarian Pendet, Melupakan Adat, Pencurian Budaya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykisah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykisah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=7&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/majulah-budayaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc06813653b968166bd7a12cb5a71a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">binggocorp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ikhsanamq.files.wordpress.com/2009/04/tari-pendet.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik Kisah Pulang Kampung</title>
		<link>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/dibalik-kisah-pulang-kampung/</link>
		<comments>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/dibalik-kisah-pulang-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binggocorp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Manis di Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pulang Kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykisah.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Luar biasa sekali minggu-minggu terakhir ke depan. Hari-hari yang indah sudah terbayangkan di depan mata, bertemu orang tua, saudara, rekan-rekan masa kecil, membawa segudang oleh-oleh dan cerita yang terasa menggebu dan tak tertahankan. Sebuah perasaan yang menuntun kami untuk selalu bersemangat setiap tahunnya agar selalu kembali dan kembali. Semuanya sudah direncanakan dengan apik dari tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=4&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://salwanaz.files.wordpress.com/2008/10/mudik2310.jpg?w=221&#038;h=337" alt="" width="221" height="337" /></p>
<p>Luar biasa sekali minggu-minggu terakhir ke depan. Hari-hari yang indah sudah terbayangkan di depan mata, bertemu orang tua, saudara, rekan-rekan masa kecil, membawa segudang oleh-oleh dan cerita yang terasa menggebu dan tak tertahankan. Sebuah perasaan yang menuntun kami untuk selalu bersemangat setiap tahunnya agar selalu kembali dan kembali.<br />
Semuanya sudah direncanakan dengan apik dari tahun sebelumnya, yaitu saat baru saja pulang dari kampung halaman. Hah! Semangat yang terlihat sekali kedahsyatannya. Sudah direncanakan akan pulang tahun depan? Kalau saja semua manusia memberlakukan prinsip ini, pasti yang ada hanya kemajuan. Entah itu cerita ataupun kendaraan yang baru siap menjadi profile. Semua ini sebuah fenomena yang sangat seru apabila musim mudik seperti ini, banyak sekali motivasi untuk pulang. Beberapa orang yang baru saja bisa merantau ke kota untuk kerja, akan segera pulang agar bisa menunjukan hasil kerjanya selama ini. Ini loh aku. Ada pula yang sudah sering kembali, namun harus memaksakan semuanya agar tidak mengecewakan keluarga. Punya kerjaan yang bagus, istri yang cantik dan dari keluarga yang berada, anak-anak yang ganteng dan cantik, kendaraan yang mentereng dan tentunya angpao (THR) yang siap ditebarkan.</p>
<p><span id="more-4"></span> Suatu pencapaian yang diidam-idamkan setiap orang. Apakah itu salah? Tidak sama sekali, sejak tulisan ini baru rencana saja tidak ada yang menyalahkan. Yang menyalahkan paling-paling tetangga di kampong, karena penyakit hati yang sebenarnya tidak perlu keluar. Namun yang perlu diperbaiki sebenarnya adalah niat yang seharusnya kita usung juga sebelum kembali. Yaitu untuk bertemu orang tua, minta maaf dan silaturahim. Memang ada-ada saja alasan manusia, awalnya niatnya luar biasa cakepnya, eh pas sudah di rumah, ganti baju langsung kelayapan. Pulang-pulang sudah jam 9 malam, terus tidur, sahur bentar dan bangun jam 8 nya. Padahal orang tua ingin sekali memliki waktu yang hilang itu. Akan tetapi mereka tidak akan memprotes karena merasa terserah anak saja, toh dia kan sudah besar, sudah punya pekerjaan sendiri, sudah bisa membedakan yang baik atau jelek.</p>
<p>Sebuah realita yang manis bukan? Dan di satu sudut ada keluarga yang sudah sekian tahun merantau dan memiliki pekerjaan yang tergolong biasa dengan pendapatan yang biasa juga, hanya bisa berniat untuk pulang kampong. Sisanya cuma menyaksikan orang-orang yang berbaris diantrian tiket kereta dan menyaksikan orang-orang berdesak-desakan di kereta api, atau kemacetan akibat kendaran pribadi yang  bemper to bemper lewat kaca televisi tabung yang sudah usang di rumah. Mereka belum bisa kembali sangat memahami keadaan finansialnya, karena untuk makan harian saja tidak cukup apalagi harus beli tiket yang harganya selangit apalagi untuk beli oleh-oleh. Bisa sih ngutang, tapi pulangnya bisa-bisa cuma makan nasi saja selama setahun, lebih parah lagi puasa terus.</p>
<p>Semuanya menjadi kisah-kisah kecil diantara ribuan kisah di akhir ramadhan ini. Dan setiap tahun hal seperti ini akan selalu terjadi. Semoga yang bermimpi di tahun ini atau sebelumnya yang ingin kembali ke kampung halamannya bisa pulang di tahun berikutnya dengan segudang kebahagiaan. Dan bagi yang sudah sering kembali, akan selalu terus kembali dengan semakin memperbaiki niat, agar dapat berbagi rekan atau saudara lain yang lebih membutuhkan.</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: Kisah Manis di Kampung, Mudik, Pulang Kampung <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykisah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykisah.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=4&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/dibalik-kisah-pulang-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc06813653b968166bd7a12cb5a71a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">binggocorp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salwanaz.files.wordpress.com/2008/10/mudik2310.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Klasik Antara Pencuri dan Yang Mengalami</title>
		<link>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/kisah-klasik-antara-pencuri-dan-yang-mengalami/</link>
		<comments>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/kisah-klasik-antara-pencuri-dan-yang-mengalami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binggocorp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[Pertemuan dengan Pencuriku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykisah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Berita yang semakin mengerikan. Kriminalitas menjadi makanan yang nikmat sekali. Membunuh seperti sarapan, siang mencari yang bisa di rampok dan malam tinggal menikmati hasil hari ini. Besok tappa direncanakan akan apa, namun sudah berniat akan melanjutkan perjuangan hari ini. Entah besok akan bersua dengan jeruji besi atau harus menutup mata dengan menabung sebuah timah panas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=3&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://1.bp.blogspot.com/_AkcUTtOueeQ/Sdb-fu16DGI/AAAAAAAAArc/EYXw7oPG0Rw/s400/kriminal.gif" alt="" width="339" height="340" /></p>
<p>Berita yang semakin mengerikan. Kriminalitas menjadi makanan yang nikmat sekali. Membunuh seperti sarapan, siang mencari yang bisa di rampok dan malam tinggal menikmati hasil hari ini. Besok tappa direncanakan akan apa, namun sudah berniat akan melanjutkan perjuangan hari ini. Entah besok akan bersua dengan jeruji besi atau harus menutup mata dengan menabung sebuah timah panas dari polisi atau berakhir konyol di tangan-tangan manusia yang merasa dirugikan.</p>
<p>Besok ya besok, malam ini adalah malam ini. Kenikmatan hari ini harus diselesaikan saat ini, besok kenikmatan lain sudah menunggu. Sebuah motto yang cukup memberikan kontribusi menutup mata hati dan mengeraskan hati.</p>
<p>Dan besok siapa yang menjadi korban masih teka-teki yang gelap. Dan bagi Allah sendiri tidak ada yang tertutup. Pertemuan antara penodong dan penerima todongan adalah sudah menjadi paket dan tidak tertukar. Pertemuan mereka adalah karena izinNya. Tapi diluar itu, bagi yang akan menjadi ‘orang terpilih’, malam ini adalah malam yang seperti biasa, seperti hari  biasanya. Padahal maut sudah mulai mengintip. Hari dimana dia akan dipertemukan denagn si pencuri/pembunuh. Dan entah bagaimana nasibnya, apa hanya uangkah atau barangkah yang akan diambil, atau sekalian menghentikan kesempatan untuk melanjutkan hidup alias kematian.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Dan semua itu tifak saja terjadi pada Negara miskin atau Negara berkembang saja. Bahkan di Negara maju tidak lebih baik, mungkin frekuensi nya saja yang berbeda. Namun untuk kualitasnya di Negara maju pasti lebih professional, dan objeknya sudah pasti lebih berkualitas juga. Berbeda di Negara miskin atau berkembang yang hanya mengutamakan perut sebagai simpul terakhir.</p>
<p>Dan sejauh ini tidak ada cara yang paling efektif untuk menghindari kemungkinan kita untuk tidak menjadi korban, namun untuk cara mengantisipasi apabila sudah terjadi untuk mengamankan jiwa sendiri, keluarga dan harta  sudah banyak dibeberkan orang-orang. Tapi satu hal yang lebih baik adalah mempersiapkan diri, baik akan mengalami atau tidak. Apa yang akan saya lakukan bila terjadi pada diri saya? Bagaimana saya nanti?</p>
<p>Atau pertanyaan selanjutnya yang muncul, Apakah saya yakin, bahwa saya tidak akan pernah mengalami hal diatas selama hidup saya?</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: Kisah Klasik, Pencuri, Pertemuan dengan Pencuriku <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykisah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykisah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykisah.wordpress.com&amp;blog=9251259&amp;post=3&amp;subd=mykisah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykisah.wordpress.com/2009/08/31/kisah-klasik-antara-pencuri-dan-yang-mengalami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc06813653b968166bd7a12cb5a71a06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">binggocorp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_AkcUTtOueeQ/Sdb-fu16DGI/AAAAAAAAArc/EYXw7oPG0Rw/s400/kriminal.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
